Musikin—Kegelisahan terhadap masalah masa depan adalah perasaan yang sangat umum dialami oleh banyak manusia-manusia di berbagai tahap kehidupan mereka. Perasaan ini biasa nya akan muncul karena ketidakpastian, tekanan yang dihadapi baik itu dari lingkungan sosialnya bahkan dari keluarga, harapan individu itu sendiri, pekerjaan yang dijalani, pendidikan, dan yang paling kerap muncul yakni ketakutan akan kegagalan.
Tidak ada yang bisa meramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi esok
hari, bulan depan, atau bahkan tahun depan. Yang jelas, setiap orang akan
membutuhkan proses yang berbeda-beda terkait masalah masa depan. bisa saja
salah satu diantara kita akan menjalani proses berkelana dengan liar dan
menantang, bahkan bisa jadi dalam prosesnya berjalan mulus karna privilege yang
dimiliki.
Akhir-akhir ini saya cukup terpecut dengan beberapa instanstory atau status
whatsapp dari rekan-rekan sekontak maupun dari postingan beberapa platfrom
digital (Medsos). Dari beberapa unggahan menyertakan lagu yang sangat enggan
untuk dilewatkan, namun tak semua, ada juga yang sesegera dilewati karna lagu
itu-itu saja yang diputar. Maklum, akhir-akhir ini selera musik nya rancu sebab
sebulan sekali pasti ada saja lagu yang akan viral diberbagai platfrom medsos.
Tak buruk, tetapi lewat unggahan itu saya mendapati sebuah lagu yang sangat
berkesan bagi pribadi saya. Sal Priadi, Bernadya, dan tetap sang maestro
Baskara Putra dengan grup musik nya Hindia. Sal, dengan lagunya yang berjudul “Gala
Bunga Matahari“ membawa saya larut untuk tetap mendengarkan, bukan karna
saya penyuka bunga matahari. Tetapi makna yang disampaikan Sal lewat lagu ini
cukup dalam tentang arti sebuah proses mengikhlaskan.
Kali ini bukan gala bunga matahari yang akan saya soroti, melainkan lagu
milik Baskara Putra berjudul “Bayangkan jika kita tidak menyerah“ yang
ia nyanyikan bersama Hindia. Menurut saya, lirik dalam lagu tersebut dengan
indah menggambarkan tantangan yang akan dihadapi oleh seseorang baik itu
tentang masa depan atau sebuah pilihan yang nantinya ia akan ambil sebagai
bagian dari perjalanan diujung fase penting dalam hidup.
Lewat beberapa lirik yang Baskara tulis seperti “Bayangkan jika kita
tidak menyerah“, saya menginterpretasi kan bahwa lirik ini adalah ajakan
untuk mempertimbangkan bagaimana ketahanan dan semangat pantang menyerah dapat
memengaruhi fase jalan hidup seseorang. kita sering kali dihadapkan pada
berbagai tantangan ketika memikirkan masalah masa depan, baik itu keputusan
tentang karir kedepannya, pendidikan, hubungan percintaan, atau bahkan sampai
pada impian yang ingin dicapai.
Bayangkan saja, seseorang mungkin merasa cemas tentang masa depannya setelah lulus dari perguruan tinggi. tekanan untuk menemukan pekerjaan yang tepat, memenuhi ekspektasi keluarga, dan merencanakan kehidupan selanjutnya dapat terasa sangat membebani. Seperti pada lirik “Tantangan apa pun dari ayah atau dunia“ mencerminkan betapa besar dampak dari tekanan keluarga, seperti ekspektasi orang tua tentang karir atau jalan ninja seseorang bisa sangat menekan.
Namun pada lirik “Kita hadapi, kita lewati, kita ikuti, kita nikmati“
mengajarkan kita pentingnya menghadapi tantangan tersebut dengan sikap yang
positif dan berani bahkan liar seliar-liarnya. Alih-alih membiarkan
ketidakpastian bahkan penolakan menghentikan kita, tetapi kita ini harus
berusaha untuk menghadapinya, mengatasi hambatan, dan menghargai proses
perjalanan. Ini berarti menerima bahwa ada hal-hal di luar kendali kita, tetapi
tetap fokus pada langkah-langkah yang dapat kita ambil untuk mencapai tujuan.
Nikmati lah saja kalo kata rekan saya waktu bercerita tentang masalahnya.
Di bagian “Bayangkan jika kita tidak menyerah“ juga memberikan
dorongan untuk terus maju meskipun menghadapi kegagalan atau kemunduran. Ini
adalah pengingat bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi bagian
dari proses pembelajaran dan Tumbuh lewat proses. Ketika kita mengalami
kegagalan, kita harus ingat bahwa tidak menyerah dan terus berusaha adalah
kunci untuk akhirnya mencapai kesuksesan dan kepuasan pribadi. Ingat, roma
tidak didirikan dalam satu malam.
Dengan tidak menyerah, kita memberi diri kita kesempatan untuk mengatasi
rintangan dan menciptakan masa depan yang lebih baik, baik untuk diri kita
sendiri maupun untuk dunia di sekitar kita. Lingkup terkecil saja, keluarga.
Jangan merasa tertekan atau cemas tentang masalah masa depan, karna semua pasti
punya luka masing-masing disetiap proses. Kegelisahan tentang masa depan adalah
bagian dari perjalanan hidup. (Aku adalah Meteor)

Komentar
Posting Komentar