Selintas—Belakangan ini viral di media sosial fenomena syair dengan latar belakang bahasa Arab yang merupakan karya dari Sawt Safitri Al-BulBuli atau yang lebih dikenal dengan Tob tobi tob. Syair ini cukup menggemparkan jagat maya karena lantunan syairnya yang terbilang cepat dan cukup unik.
Tak sedikit dari konten kreator yang mencoba untuk melantunkannya sebab menjadikan hal tersebut sebagai sebuah tantangan. Namun, dibalik keunikan dari syair Sawt Al-Safitri Al-Bulbuli atau Tob tobi tob ini terdapat sebuah kisah menarik yang menyertainya.
Dilansir dari arina.id kisah menarik dibalik syair itu antara Al-Ashma’I dengan khalifah Ab Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas atau yang terkenal dengan nama Abu Ja’far Al-Manshur, khalifah ke-2 imperium Abbasid dan ke-21 dari urutan Rasulullah yang berkuasa selama 22 tahun. Syair ini sudah diciptakan sekitar 1300 tahun yang lalu.
Kisah itu tertulis dalam kitab Nawadirul Khulafa atau nama lain I’lamun Naas Bi Ma Waqa’a Lil Baramikah Ma’a Bani Abbas karya Syeh Muhammad Diyab Al-Atlidi (beirut: Darul Kutub Ilmayah, 2004. Hal.85).
Pada mulanya ada seorang khalifah yang terkenal dengan kemampuan ingatan dan hafalannya yaitu Khalifah Abu Ja’far, kemudian ia membuat sayembara dan menentang penyair zaman pada masa itu untuk menciptakan sebuah syair yang indah namun sulit dihafal dan diingat dalam sekali dengar, dan yang menang akan mendapatkan hadiah emas, lalu dari sekian banyak peserta ada salah satu penyair bernama Al Asma’I yang menciptakan dan membawakan syair Sawt Safitri Al-BulBuli itu yang memiliki arti suara burung bulbulku.
Kemudian Khalifah Abu Ja’far mengalami kesulitan dalam menghafal syair tersebut dalam sekali dengar. Oleh sebab itu pemenang sayembara itu jatuh kepada Al Asma’I dengan syairnya dan ia berhak mendapatkan emas yang telah dijanjikan.
Lalu sekitar 1300 tahun kemudian atau lebih tepatnya pada tahun 2012 syair Sawt Safitri Al-BulBuli ini kembali dilantunan ulang oleh seorang penyanyi bernama Ahmed El Qatane dan suaranya inilah yang sering kita dengar di berbagai platfrom media sosial. (Des Ariyanto)

Komentar
Posting Komentar