Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

Katanya si "HANYA INI TEMPAT YANG COCOK UNTUK PEREMPUAN"

Esai — Dalam kehidupan saat ini yang menjadi permasalahan, perdebatan, dan konflik adalah mengenai kedudukan perempuan dan laki-laki, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan sosial seperti peran, tanggung jawab, dan sebagainya. Ilustrasi: iStock Menoleh kebelakang, perempuan saat ini terus berjuang untuk mendapatkan keadilan dan kehidupan yang seimbang dengan laki laki untuk merdeka atas dirinya sendiri.   Di era ini, Lelaki sangat mudah mengatakan bahwa perempuan amat dipuja dan dihormati dalam kebudayaan Indonesia. Tidak kah kata perempuan itu sendiri berasal dari kata "Empu" yang berarti penuh kehormatan dan kesaktian? Akan tetapi dalam prakteknya masih banyak perempuan yang hidup hanya untuk melayani laki-laki. Apakah itu sudah adil bagi perempuan?.   Selanjutnya, dalam bidang pekerjaan misal dalam bidang perburuhan masih kurang terjamin nya hak-hak perempuan. Contohnya PRT (Pekerja Rumah Tangga) atau pembantu yang mayoritas adalah Perempua...

Agustus: Kemerdekaan dan Pernak-Perniknya

Esai — Setiap bulan Agustus, kita pasti disambut dengan berbagai macam perayaan yang bikin suasana jadi heboh dan penuh warna. Mulai dari bendera merah putih yang berkibar di setiap sudut, umbul-umbul yang menghiasi jalan, sampai lomba-lomba seru bikin ketawa. Foto: detikNews Semua itu nggak hanya sekadar hiasan atau hiburan, tapi juga punya makna mendalam yang bikin kita ingat dan merayakan kemerdekaan dengan penuh semangat.   Kemerdekaan: Lebih dari Sekadar Tanggal 17 Agustus   Hari Kemerdekaan, yang jatuh pada 17 Agustus, adalah momen bersejarah yang nggak boleh kita lupakan. Ini adalah hari di mana kita merayakan kebebasan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kita.   Dan meskipun sering kali kita terjebak dalam rutinitas sehari-hari, bulan Agustus selalu jadi pengingat yang baik buat kita semua tentang arti pentingnya kemerdekaan.   Agustus dan Pernak-Perniknya   Nggak lengkap rasanya jika perayaan kemerdekaan tanpa pernak-pernik...

Wantimpres Hanya Untuk Kepentingan “Berkuasa”

Esai — Isu hangat terkait rencana revisi UU Nomor 19 Tahun 2006 yang akan dilakukan oleh DPR, mengenai lembaga pemerintah Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang kedudukannya dibawah presiden, yang bertugas memberikan pertimbangan dan nasihat kepada presiden. Foto: Kompas.com Kemudian, revisi UU ini akan mengubah Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menjadi Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan akan menjadi lembaga negara yang kedudukannya sama dengan Presiden, DPR, MPR, MA, MK, BPK, DPD.   Jika dilihat dalam sejarah, Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pernah ada pada masa kepemimpinan Soeharto (orde baru), pada saat itu soeharto jarang mendengarkan nasihat dan pertimbangan dari DPA, sehingga DPA pada masa soeharto tidak efektif, kemudian pada masa kepemimpinan Megawati Sukarnoputri DPA dibubarkan.   Lanjut, pada UU Nomor 19 tahun 2006 mengenai wantimpress, beberapa pasal didalamnya yang mengatur bahwa Wantimpres diisi oleh ketua dan anggota yang memang sedang tid...

Berpenampilan Lokal Berfikir Global: Menuju Indonesia Emas

Esai — Tahun 2024 Indonesia memasuki usia 79 tahun. Jika disamakan pada proses pertumbuhan manusia, usia 79 tahun merupakan usia senja, tua, renta, tidak produktif, bahkan mungkin juga usia dekat dengan kematian. Tetapi usia 79 tahun bagi negara tentu masih usia anak-anak, merangkak menuju remaja. Ya, jika dibandingkan dengan negara adidaya maju lainnya, tentu peradaban Indonesia masih terlalu timpang. Ilustrasi: rmoljabar Mari sama-sama mengingat tahun 1596 Belanda mulai menginvasi Indonesia, lalu kejatuhan total secara ekonomi dimulai tahun 1602, tahun VOC didirikan Belanda. Sebelum itu, mari juga kita garis bawahi, bahwa setiap konstelasi lokal adalah pajang tangan dari konstalasi global. VOC merupakan strategi imperialis untuk menghegemoni ekonomi Indonesia.   Mari kita juga mengingat Kejatuhan paling parah pandangan kenegaraan terjadi pada tahun 1890-an, dirumuskannya konsep nation-state atau negara bangsa oleh Ernest Renan,  Hal ini  mampu mempengaruhi pandang...

Kukira Lagu, Ternyata Kisahku: Ujar Netizen

Musikin — Kegelisahan terhadap masalah masa depan adalah perasaan yang sangat umum dialami oleh banyak manusia-manusia di berbagai tahap kehidupan mereka. Perasaan ini biasa nya akan muncul karena ketidakpastian, tekanan yang dihadapi baik itu dari lingkungan sosialnya bahkan dari keluarga, harapan individu itu sendiri, pekerjaan yang dijalani, pendidikan, dan yang paling kerap muncul yakni ketakutan akan kegagalan. Foto: Cultura Tidak ada yang bisa meramalkan dengan pasti apa yang akan terjadi esok hari, bulan depan, atau bahkan tahun depan. Yang jelas, setiap orang akan membutuhkan proses yang berbeda-beda terkait masalah masa depan. bisa saja salah satu diantara kita akan menjalani proses berkelana dengan liar dan menantang, bahkan bisa jadi dalam prosesnya berjalan mulus karna privilege yang dimiliki.   Akhir-akhir ini saya cukup terpecut dengan beberapa instanstory atau status whatsapp dari rekan-rekan sekontak maupun dari postingan beberapa platfrom digital (Medsos). Da...