Selintas—DeLiang Al-Farabi atau lebih akrab disapa Deliang menjadi sorotan setelah videonya dikabarkan viral di Amerika Serikat. Anak yang berasal dari Trenggalek, Jawa Timur ini berhasil merilis puluhan buku Berbahasa Inggris hingga mendobrak tingkatan best seller di Amerika Serikat.
![]() |
| Foto: Jawa Pos |
DeLiang memiliki nama Lengkap Muhammad DeLiang Al-farabi. Ia lahir di Tapei, Taiwan, 18 Juni 2012. DeLiang merupakan putra dari pasangan Ario Muhammad dan Ratih Nur Esti Anggraini. Ia lahir saat ibunya sedang menempuh pendidikan Magister di Taiwan.
Dilansir dari eddo.id, DeLiang memiliki 2 saudara, yakni seorang laki-laki dan saudari perempuan. Ia dibesarkan oleh orang tua yang juga memiliki pendidikan yang cukup tinggi yaitu dengan menyandang gelar MSc dan PhD bersama-sama. Kini, adik perempuan DeLiang juga mulai menekuni untuk menjadi seorang penulis cilik, Senin (3/3/2025).
“Nama saya deliang. Nama lengkap saya Muhammad DeLiang Al-Farabi. Saat ini saya punya satu saudara laki-laki dan satu saudari perempuan, (saya yakin sebagian besar dari kalian sudah tahu sebelumnya),” kata DeLiang pada akun instragram pribadinya @Deliang Al-Farabi, Senin (3/3/2025).
Kesuksesan ini tak luput dari peran serta dukungan sang Ayah, Ario Muhammad, yang senantiasa memberikan dorongan untuk DeLiang menuliskan berbagai macam imajinasinya ke dalam sebuah buku yang ia berikan.
“Sebenarnya aku didorong oleh Ayahku. Dia memberiku sebuah silver diary dan memintaku untuk menulis cerita pendek atau apapun. Kemudian aku mulai tertarik untuk menulis beberapa cerita”, kata DeLiang menggunakan Bahasa Inggris, seperti dikutip pada akun instagram Ayah DeLiang @ario_muhammad87, Senin (3/3/2025).
Ario Muhammad, Ayah DeLiang, juga turut menggunggah video saat putranya mengisi sebuah seminar literasi untuk sekolah SD-SMP di Polandia. Hal itu dilakukan DeLiang setelah pulang dari Inggris 2 tahun silam.
“Ketiga anak-anak kami sangat doyan membaca buku. Si Sulung yang mengisi seminar ini tiap tahun membaca 300+ buku,” tulis Ario.
“Tahun 2023, DeLiang membaca 368 buku selain telah menulis 40 buku di usia 11 tahunnya. Anak kedua kami juga tak jauh beda, di usia 6 tahunnya sudah menulis 2 buku walau belum lancar membaca, ditulis oleh kami lewat storytelling,” lanjut Ario.
“Sejak tinggal di Inggris ketika saya dan istri sama-sama S3 dulu lalu bekerja di sana, kami konsisten melakukan pendidikan literasi,” Pungkasnya. (Des Ariyanto)

Komentar
Posting Komentar