Langsung ke konten utama

Katanya si "HANYA INI TEMPAT YANG COCOK UNTUK PEREMPUAN"

EsaiDalam kehidupan saat ini yang menjadi permasalahan, perdebatan, dan konflik adalah mengenai kedudukan perempuan dan laki-laki, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan sosial seperti peran, tanggung jawab, dan sebagainya.

Ilustrasi: iStock

Menoleh kebelakang, perempuan saat ini terus berjuang untuk mendapatkan keadilan dan kehidupan yang seimbang dengan laki laki untuk merdeka atas dirinya sendiri.

 

Di era ini, Lelaki sangat mudah mengatakan bahwa perempuan amat dipuja dan dihormati dalam kebudayaan Indonesia. Tidak kah kata perempuan itu sendiri berasal dari kata "Empu" yang berarti penuh kehormatan dan kesaktian? Akan tetapi dalam prakteknya masih banyak perempuan yang hidup hanya untuk melayani laki-laki. Apakah itu sudah adil bagi perempuan?.

 

Selanjutnya, dalam bidang pekerjaan misal dalam bidang perburuhan masih kurang terjamin nya hak-hak perempuan. Contohnya PRT (Pekerja Rumah Tangga) atau pembantu yang mayoritas adalah Perempuan, sampai saat ini belum ada hukum-hukum perlindungan khusus kepada pekerja.

 

Banyak pembantu yang bekerja diluar jam kerja, dan nasib mereka tergantung dari tangan majikan nya. Apakah jika mereka sakit diberi rawatan atau bantuan yang wajar? Apakah jika mereka terjadi kecelakaan ketika bekerja diberi asuransi atau ganti rugi khusus dari majikan? Tidakkah harusnya ada perlindungan-perlindungan khusus kepada para perempuan pembantu rumah tangga ini?.

 

Kepincangan-kepincangan antara laki-laki dan perempuan masih cukup banyak terjadi di kehidupan bermasyarakat. Melihat banyak nya perempuan-perempuan yang hidupnya sudah layak dengan kelimpahan harta yang dimilikinya.

 

Namun mereka masih belum melihat dan masih banyak juga perempuan-perempuan yang terikat oleh pembatasan-pembatasan kedudukan dan peran mereka dalam taraf hidup sosial.

 

Terlebih dari itu juga masih banyak yang belum sadar bahwa ketimpangan dan kepincangan antara laki-laki dan perempuan itu adalah suatu ketidakadilan yang harus dihapuskan.

 

Tangan-tangan para perempuan harus disatukan, saling membantu untuk menegakkan keadilan. Kita perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan, bukan hanya mengisi tempat kosong yang katanya "Hanya ini tempat yang cocok untuk perempuan". (Aah Hikmatun Trianingsih)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sukses Terbitkan 40 Buku Berbahasa Inggris, Penulis Cilik Ini Terbitkan Buku di Usia 11 Tahun!

Selintas— DeLiang Al-Farabi atau lebih akrab disapa Deliang menjadi sorotan setelah videonya dikabarkan viral di Amerika Serikat. Anak yang berasal dari Trenggalek, Jawa Timur ini berhasil merilis puluhan buku Berbahasa Inggris hingga mendobrak tingkatan best seller di Amerika Serikat. Foto: Jawa Pos DeLiang memiliki nama Lengkap Muhammad DeLiang Al-farabi. Ia lahir di Tapei, Taiwan, 18 Juni 2012. DeLiang merupakan putra dari pasangan Ario Muhammad dan Ratih Nur Esti Anggraini. Ia lahir saat ibunya sedang menempuh pendidikan Magister di Taiwan. Dilansir dari eddo.id, DeLiang memiliki 2 saudara, yakni seorang laki-laki dan saudari perempuan. Ia dibesarkan oleh orang tua yang juga memiliki pendidikan yang cukup tinggi yaitu dengan menyandang gelar MSc dan PhD bersama-sama. Kini, adik perempuan DeLiang juga mulai menekuni untuk menjadi seorang penulis cilik, Senin (3/3/2025). “Nama saya deliang. Nama lengkap saya Muhammad DeLiang Al-Farabi. Saat ini saya punya satu saudara laki-laki dan s...

Kisah di Balik Syair Unik Tob Tobi Tob (Sawt Safitri Al-Bubuli)

Selintas— Belakangan ini viral di media sosial fenomena syair dengan latar belakang bahasa Arab yang merupakan karya dari Sawt Safitri Al-BulBuli atau yang lebih dikenal dengan Tob tobi tob. Syair ini cukup menggemparkan jagat maya karena lantunan syairnya yang terbilang cepat dan cukup unik. Tak sedikit dari konten kreator yang mencoba untuk melantunkannya sebab menjadikan hal tersebut sebagai sebuah tantangan. Namun, dibalik keunikan dari syair Sawt Al-Safitri Al-Bulbuli atau Tob tobi tob ini terdapat sebuah kisah menarik yang menyertainya. Dilansir dari arina.id kisah menarik dibalik syair itu antara Al-Ashma’I dengan khalifah Ab Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas atau yang terkenal dengan nama Abu Ja’far Al-Manshur, khalifah ke-2 imperium Abbasid dan ke-21 dari urutan Rasulullah yang berkuasa selama 22 tahun. Syair ini sudah diciptakan sekitar 1300 tahun yang lalu. Kisah itu tertulis dalam kitab Nawadirul Khulafa atau nama lain I’lamun Naas Bi Ma Waqa’a Lil Barami...

Aksi Massa

Titikintipbuku— Nama Tan Malaka seolah terlupakan dari sejarah perjuangan Indonesia. Selama ini namanya diasosiasikan orang dengan pemberontakan dan gerakan radikal komunis tanpa pernah tahu latar belakang, pemikiran, serta upaya-upayanya menghalau imperalisme Barat di Indonesia. Dalam buku ini, Tan Malaka menunjukkan pemikirannya bahwa upaya perebutan kekuasaan dengan radikal (putch) bukanlah solusi terbaik, baginya, “putch itu adalah satu aksi segerombolan rakyat banyak. Gerombolan itu biasanya hanya membuat rancangan menurut kemauan dan kecakapan sendiri tanpa memperdulikan perasaan dan kesanggupan massa… ‘tukang-tukang putch’ lupa bahwa… revolusi timbul dengan sendirinya dengan hasil dari berbagai macam keadaan. Bila tukang-tukang putch’ pada waktu yang telah ditentukan oleh mereka sendiri, keluar tiba-tiba, massa tidak akan memberikan pertolongan kepada mereka. Bukan karena massa bodoh atau tidak memperhatikan, melainkan massa hanya berjuang untuk kebutuhan yang terdekat dan sesua...