Langsung ke konten utama

Mahasiswa Dipersimpangan Jalan


EsaiJika kalian di benturkan dengan sebuah pilihan, antara kuliah, harapan orang tua, dan organisasi. Apa yang akan kalian ambil dari beberapa pilihan tersebut? Memilih menyelesaikan kuliah tepat waktu, melanjutkan harapan orang tua dengan mempertimbangkan antara kuliah dan organisasi, sedangkan di posisi saat ini banyak ambisi yang harus kita tuntaskan. atau malah memilih organisasi ditempatkan pada pilihan pertama disusul kedua pilihan itu?.

Ilustrasi: iStock

Memang antara kuliah, harapan orang tua, dan organisasi merupakan kebimbangan yang cukup kompleks bagi penulis, dan seringkali menimbulkan keresahan bagi seorang mahasiswa ataupun mahasiswi yang dalam hal ini, berangkat dari orang desa serta latar belakang yang cukup, cukup menggendong harapan-harapan orang tua. di lain sisi, tekanan untuk mengejar pendidikan tinggi datang dari harapan orang tua yang mungkin menginginkan kelangsungan pendidikan sebagai jalan alternatif menuju kesuksesan atau mapan ,serta seorang anak ini mampu untuk menaikan drajat dan martabat keluarga.

 

Harapan orang tua seringkali menjadi beban berat bagi mahasiswa yang sedang dalam taraf berproses. Atau masih merasa terjebak dalam ambisi - ambisi yang perlu dicapai. Dalam situasi inilah yang menyebabkan ketidaksepakatan antara ambisi personal dan harapan keluarga dapat menciptakan konflik internal yang mengakibatkan keresahan. hal ini dapat berimbas kasus bunuh diri seseorang yang diakibatkan tidak mampu memenuhi ekspektasi orang tua terhadap anak.

 

Di sisi lain, organisasi sebagai dapur penggodokan untuk pertumbuhan pribadi dalam hal pengetahuan dan praktik secara langsung diluar dari ruang kelas. Akan tetapi, keputusan untuk terlibat dalam kegiatan organisasi juga dapat menimbulkan pertanyaan tentang waktu dan fokus, terutama jika harapan orang tua lebih cenderung pada pencapaian akademis saja. Tak bisa dipungkiri bahwa mahasiswa yang berorganisasi memiliki tugas tambahan sebagai insan yang memiliki identitas, di samping dari tugas yang diberikan oleh orang tua. Tak heran, jika antara organisasi dan kuliah sering kali tak imbang.

 

Orang orang organisasi mengaggap bahwa lingkungan kampus bukan habitat untuk mengembangkan potensi terkhusus asupan akan pengetahuan yang memadai. Tak ada ruang diskusi, yang ada hanya ruang adu gengsi. Sebegitu monoton nya lembaga kampus, sehingga mahasiswa dituntut menyelesaikan kuliah tepat waktu, diburu dengan sistem yang wisuda cepat itulah yang keren. Tapi tak tau setelah itu mau dibawa kemana lembar ijazah-nya? Atau jangan-jangan hanya menjadi arsip di lemari bahwa sebagai tanda bukti pernah mengenyam bangku perguruan tinggi.

 

Pilihan ini seringkali menuntut pertimbangan seksama antara memenuhi ekspektasi dari keluarga dan mengejar tujuan pribadi. Keresahan dapat muncul dari rasa bersalah karena merasa tidak dapat memenuhi harapan orang tua atau merasa terhambat dalam mengejar passion pribadi karena keterbatasan waktu dan energi. Mengatasi dilema ini, penting untuk berkomunikasi terbuka dengan orang tua dan menjelaskan aspek-aspek penting dari keputusan yang diambil. Memahami bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di kelas kuliah, tetapi juga melalui pengalaman di organisasi, dapat membantu meredakan keresahan.

 

Sementara itu, menjaga keseimbangan antara keduanya dapat memerlukan perencanaan yang matang dan kesediaan untuk membuat kompromi. Dalam menghadapi kompleksitas ini, penting untuk menghormati keputusan atas keinginan pribadi sambil tetap menghargai peran dan harapan orang tua. Pilihan yang diambil seharusnya mencerminkan nilai-nilai dan tujuan hidup yang sesuai dengan identitas pribadi atau individu.

 

Maka sebagai mahasiswa yang berkecimpung dalam organisasi seharusnya mampu mempertimbangkan pilihan nya, tidak ada yang perlu dibunuh dalam pilihan nya. Semua harus dijalankan dengan seimbang baik pendidikan terkhusus kuliah dan ekspetasi dari orang tua. Begitu dengan yang tak berorganisasi, walaupun diburu dengan sebuah embel embel pribadi dengan gelar Sok.Sial misalnya. Mereka mereka ini lah yang disukai lembaga karna grafik untuk agreditas kampus atau fakultas meningkatkan seiring dengan mahasiswa yang Mati Matian memperjuangkan skripsi atau nilai hingga kasus bunuh diri pun berseliweran diberita-berita.

 

Jika mahasiswa-nya meninggal akibat bunuh diri atau depresi karena tugas yang menumpuk, kampus tinggal buka penerimaan untuk mahasiswa baru. Gampang kan?. (Aku adalah Meteor)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sukses Terbitkan 40 Buku Berbahasa Inggris, Penulis Cilik Ini Terbitkan Buku di Usia 11 Tahun!

Selintas— DeLiang Al-Farabi atau lebih akrab disapa Deliang menjadi sorotan setelah videonya dikabarkan viral di Amerika Serikat. Anak yang berasal dari Trenggalek, Jawa Timur ini berhasil merilis puluhan buku Berbahasa Inggris hingga mendobrak tingkatan best seller di Amerika Serikat. Foto: Jawa Pos DeLiang memiliki nama Lengkap Muhammad DeLiang Al-farabi. Ia lahir di Tapei, Taiwan, 18 Juni 2012. DeLiang merupakan putra dari pasangan Ario Muhammad dan Ratih Nur Esti Anggraini. Ia lahir saat ibunya sedang menempuh pendidikan Magister di Taiwan. Dilansir dari eddo.id, DeLiang memiliki 2 saudara, yakni seorang laki-laki dan saudari perempuan. Ia dibesarkan oleh orang tua yang juga memiliki pendidikan yang cukup tinggi yaitu dengan menyandang gelar MSc dan PhD bersama-sama. Kini, adik perempuan DeLiang juga mulai menekuni untuk menjadi seorang penulis cilik, Senin (3/3/2025). “Nama saya deliang. Nama lengkap saya Muhammad DeLiang Al-Farabi. Saat ini saya punya satu saudara laki-laki dan s...

Kisah di Balik Syair Unik Tob Tobi Tob (Sawt Safitri Al-Bubuli)

Selintas— Belakangan ini viral di media sosial fenomena syair dengan latar belakang bahasa Arab yang merupakan karya dari Sawt Safitri Al-BulBuli atau yang lebih dikenal dengan Tob tobi tob. Syair ini cukup menggemparkan jagat maya karena lantunan syairnya yang terbilang cepat dan cukup unik. Tak sedikit dari konten kreator yang mencoba untuk melantunkannya sebab menjadikan hal tersebut sebagai sebuah tantangan. Namun, dibalik keunikan dari syair Sawt Al-Safitri Al-Bulbuli atau Tob tobi tob ini terdapat sebuah kisah menarik yang menyertainya. Dilansir dari arina.id kisah menarik dibalik syair itu antara Al-Ashma’I dengan khalifah Ab Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas atau yang terkenal dengan nama Abu Ja’far Al-Manshur, khalifah ke-2 imperium Abbasid dan ke-21 dari urutan Rasulullah yang berkuasa selama 22 tahun. Syair ini sudah diciptakan sekitar 1300 tahun yang lalu. Kisah itu tertulis dalam kitab Nawadirul Khulafa atau nama lain I’lamun Naas Bi Ma Waqa’a Lil Barami...

Aksi Massa

Titikintipbuku— Nama Tan Malaka seolah terlupakan dari sejarah perjuangan Indonesia. Selama ini namanya diasosiasikan orang dengan pemberontakan dan gerakan radikal komunis tanpa pernah tahu latar belakang, pemikiran, serta upaya-upayanya menghalau imperalisme Barat di Indonesia. Dalam buku ini, Tan Malaka menunjukkan pemikirannya bahwa upaya perebutan kekuasaan dengan radikal (putch) bukanlah solusi terbaik, baginya, “putch itu adalah satu aksi segerombolan rakyat banyak. Gerombolan itu biasanya hanya membuat rancangan menurut kemauan dan kecakapan sendiri tanpa memperdulikan perasaan dan kesanggupan massa… ‘tukang-tukang putch’ lupa bahwa… revolusi timbul dengan sendirinya dengan hasil dari berbagai macam keadaan. Bila tukang-tukang putch’ pada waktu yang telah ditentukan oleh mereka sendiri, keluar tiba-tiba, massa tidak akan memberikan pertolongan kepada mereka. Bukan karena massa bodoh atau tidak memperhatikan, melainkan massa hanya berjuang untuk kebutuhan yang terdekat dan sesua...