Langsung ke konten utama

Postingan

TIRTO ADHI SOERJO: Sang Pionir Pers Indonesia dan Pejuang Kemerdekaan Melalui Tulisan

Sosok — Tirto Adhi Soerjo adalah salah satu tokoh yang patut dikenang dalam sejarah Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok pelopor pers nasional dan pergerakan kebangsaan yang penuh semangat perjuangan. Ilutrasi: Sindonews Di tengah keterbatasan masa kolonial, Tirto tidak hanya menjadi wartawan dan pendiri surat kabar pertama yang dimiliki oleh orang pribumi, tetapi juga membangun pondasi penting bagi kesadaran politik dan sosial di kalangan rakyat Indonesia.   Mengenal Sosok Tirto Adhi Soerjo   Tirto Adhi Soerjo lahir pada tahun 1880, di Cepu, Blora, Jawa Tengah dengan nama Raden Mas Djokomono.  Beliau  anak kesembilan dari sebelas bersaudara, sekaligus merupakan keturunan darah bangsawan.   Dari garis sang ayah, ia merupakan cucu dari R.M.T. Tirtonoto seorang Bupati Bojonegoro, Ayahnya bernama Raden Ngabehi Hadji Moehammad Chan Tirtodhipoero merupakan seorang pegawai Kantor Pajak (collecteur, Belanda) pada masa kolonialisme.   Sedangka...

Dari Playlist Ke Playlist, The Jansen Kian Binal

Musikin — Musik bagi sebagian orang merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan bagi orang yang tidak mencintai musik atau lagu sekali pun, kerap tidak menyadari akan hal itu. Bahwa musik selalu ada, entah itu di tv, pangkas rambut, bahkan tempat nongkrong pun kerap kali memutar musik sebagai pengiring suasana. Foto: Pophariini Buat banyak orang, musik kerap kali menjadi pelengkap di waktu santai dan bekerja, apalagi buat mahasiswa-mahasiwa akhir yang sedang kejar tayang skripsi. Satu playlist serasa kurang walaupun udah berisi puluhan lagu, tidak peduli itu dari genre apa saja, mau pop, rock, jazz, hingga deny caknan dan ndx. Menariknya memang musik melekat dengan suasana dan hal inilah yang biasanya orang cari agar pekerjaan hingga apa yang menjadi rutinitasnya lebih produktif.   Mereguk anti depresan, Kau pemeran utama disebuah opera, dan langit tak seharusnya biru. Berberapa judul lagu tersebut pastinya sudah tidak asing lagi bagi...

Katanya si "HANYA INI TEMPAT YANG COCOK UNTUK PEREMPUAN"

Esai — Dalam kehidupan saat ini yang menjadi permasalahan, perdebatan, dan konflik adalah mengenai kedudukan perempuan dan laki-laki, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan sosial seperti peran, tanggung jawab, dan sebagainya. Ilustrasi: iStock Menoleh kebelakang, perempuan saat ini terus berjuang untuk mendapatkan keadilan dan kehidupan yang seimbang dengan laki laki untuk merdeka atas dirinya sendiri.   Di era ini, Lelaki sangat mudah mengatakan bahwa perempuan amat dipuja dan dihormati dalam kebudayaan Indonesia. Tidak kah kata perempuan itu sendiri berasal dari kata "Empu" yang berarti penuh kehormatan dan kesaktian? Akan tetapi dalam prakteknya masih banyak perempuan yang hidup hanya untuk melayani laki-laki. Apakah itu sudah adil bagi perempuan?.   Selanjutnya, dalam bidang pekerjaan misal dalam bidang perburuhan masih kurang terjamin nya hak-hak perempuan. Contohnya PRT (Pekerja Rumah Tangga) atau pembantu yang mayoritas adalah Perempua...

Agustus: Kemerdekaan dan Pernak-Perniknya

Esai — Setiap bulan Agustus, kita pasti disambut dengan berbagai macam perayaan yang bikin suasana jadi heboh dan penuh warna. Mulai dari bendera merah putih yang berkibar di setiap sudut, umbul-umbul yang menghiasi jalan, sampai lomba-lomba seru bikin ketawa. Foto: detikNews Semua itu nggak hanya sekadar hiasan atau hiburan, tapi juga punya makna mendalam yang bikin kita ingat dan merayakan kemerdekaan dengan penuh semangat.   Kemerdekaan: Lebih dari Sekadar Tanggal 17 Agustus   Hari Kemerdekaan, yang jatuh pada 17 Agustus, adalah momen bersejarah yang nggak boleh kita lupakan. Ini adalah hari di mana kita merayakan kebebasan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kita.   Dan meskipun sering kali kita terjebak dalam rutinitas sehari-hari, bulan Agustus selalu jadi pengingat yang baik buat kita semua tentang arti pentingnya kemerdekaan.   Agustus dan Pernak-Perniknya   Nggak lengkap rasanya jika perayaan kemerdekaan tanpa pernak-pernik...

Wantimpres Hanya Untuk Kepentingan “Berkuasa”

Esai — Isu hangat terkait rencana revisi UU Nomor 19 Tahun 2006 yang akan dilakukan oleh DPR, mengenai lembaga pemerintah Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang kedudukannya dibawah presiden, yang bertugas memberikan pertimbangan dan nasihat kepada presiden. Foto: Kompas.com Kemudian, revisi UU ini akan mengubah Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menjadi Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dan akan menjadi lembaga negara yang kedudukannya sama dengan Presiden, DPR, MPR, MA, MK, BPK, DPD.   Jika dilihat dalam sejarah, Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pernah ada pada masa kepemimpinan Soeharto (orde baru), pada saat itu soeharto jarang mendengarkan nasihat dan pertimbangan dari DPA, sehingga DPA pada masa soeharto tidak efektif, kemudian pada masa kepemimpinan Megawati Sukarnoputri DPA dibubarkan.   Lanjut, pada UU Nomor 19 tahun 2006 mengenai wantimpress, beberapa pasal didalamnya yang mengatur bahwa Wantimpres diisi oleh ketua dan anggota yang memang sedang tid...